animasi blog
HALO SOBAT

Selasa, 11 Maret 2014

Tips Agar Aki Motor Awet
agar-aki-awetAGAR AKI MOTOR AWET — Di jaman sekarang peranan aki kendaraan bermotor semakin penting. Apalagi pada motor matic yang mengharuskan menegakkan double standard untuk menggunakan kick start. Karena itu peranan aki menjadi sangat vital bagi kendaraan bermotor. Pada dasarnya aki kendaraan bermotor memiliki usia pakai tertentu, yang artinya pada usia tertentu aki motor memang harus diganti. Namun usia pakai aki bisa lebih pendek dari usia standard umumnya karena berbagai hal. Karena itu penting bagi pemilik motor untuk menjaga motor aki agar tetap awet.


Usia pakai aki sepeda motor bisa dipengaruhi oleh pemakaian dan perawatan. Selain itu usia pakai aki juga dipengaruhi oleh sistem pengisian atau suplai listrik ke aki . Ini berbeda dengan mobil yang rata-rata sudah menggunakan regulator canggih dan alternator besar, sehingga pengisian aki jauh lebih stabil. Pada sepeda motor hal ini lebih rawan.
Menurut Jari Hermanyanto, Mechanic in Chief DMS motor, bengkel spesialis kelistrikan dan efisiensi sepeda motor di Jati Asih, Bekasi, mengatakan bahwa sistem pengisian harus diperiksa sesekali. ”Usia pakai aki juga tergantung pada kestabilan pengisian,” jelasnya.
Dijelaskan, pada saat mesin hidup, kumparan atau biasa disebut spul akan menghasilkan listrik yang dikontrol oleh regulator. Listrik inilah yang akan mengisi aki. Besarnya pengisian ke aki harus pas, tidak boleh kurang, juga tidak boleh berlebih.
Jika pengisian kurang dari kebutuhan, listrik di aki akan habis alias tekor. Sebaliknya jika berlebih, aki akan mendapat tekanan terlalu banyak, biasanya akan menggembung dan tentu saja rusak.
Aki ibarat ember berisi air dengan keran di atasnya. Lalu air itu digunakan untuk mandi. Orang yang mandi diumpamakan peranti kelistrikan seperti starter, lampu, klakson dan sebagainya. Sedangkan keran diibaratkan sebagai regulator.
Saat air dipakai untuk mandi, keran harus menyuplai air untuk menjaga ember tetap penuh. Saat air tidak digunakan, maka keran harus dikecilkan alirannya. Jika keran tidak mengalirkan air dengan cukup saat ada orang mandi, air di ember akan habis. Begitu pula sebaliknya jika kucuran air berlebih sementara penggunaan tidak ada, maka air akan meluap.
”Begitu seterusnya selama sepeda motor digunakan. Jika menyalakan lampu atau membunyikan klakson saat mesin mati, artinya keran juga tidak menyuplai air, dan air di ember akan berkurang,” beber Jari detail.
Volt Meter
Untuk memastikan pengisian aki sesuai, paling tepat menggunakan ampere meter. Namun cara paling mudah, mengecek tegangannya dengan volt meter. Alat ini ini bisa menjadi multitester biasa yang banyak tersedia di pasaran, atau ada pula volt meter sebagai aksesoris motor.
Saat mesin mati, tegangan di aki yang sehat sekitar 12,3 – 12,6 Volt. Saat mesin hidup, tegangan akan naik maksimal 14,2 Volt. Jika lebih dari itu, maka pengisian berlebih dan akan memperpendek umur aki.
Saat listrik digunakan, misalnya lampu rem, klakson dan sein hidup, tegangan aki minimal adalah tegangan saat mesin mati. Jadi tidak boleh kurang dari 12,3 V. Kalau kurang, berarti aki tekor, artinya listrik di aki akan cepat habis dan rusak. ”Jika aki rusak dalam kurun waktu kurang dari setahun, pemeriksaan sistem pengisian harus dilakukan sebelum mengganti aki baru,” tutup Jari.
Mengingat pentingnya aki pada kendaraan bermotor,sedini mungkin kita harus mengantisipasi agar aki kendaraan bermotor tetap awet dan tidak gampang tekor. Salah satunya adalah memperhatikan sistem pengisian aki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar