animasi blog
HALO SOBAT

Selasa, 11 Maret 2014

TUNE UP (SERVICE) SEPEDA MOTOR

Pengertian :
Setiap sepeda motor yang dioperasikan, pada akhirnya akan mengalami suatu keadaan dimana bagian-bagian dari sepeda motor tersebut (mesin, transmisi, rangka, dsb) mengalami kelelahandan keausan sehingga mengurangi kinerjanya, diantaranya : tenaga mesin menurun,akselerasi lambat, bahan bakar boros, dan kemungkinan kerusakan berlanjut/merembet terhadap kerusakan komponen yang lainnya.
Apabila kondisi tersebut tidak ditanggulangi melalui perawatan berkala kendaraan, maka kondisi tersebut akan meningkat ke  arah kerusakan komponen yang bertambah parah dan membutuhkan dana yang cukup
besar untuk mengembalikan sepeda motor pada kondisi semula.
Tune up merupakan kegiatan perawatan berkala pada sepeda motor,
dimana kegiatan ini meliputi :
1)   Memeriksa bagian-bagian sepeda motor untuk memastikan bagian tersebut masih berfungsi.
2)  Membersihkan bagian yang kotor agar kotoran yang ada tidak merusak sistem.
3)  Menyetel bagian yang berubah agar sesuai dengan spesifikasinya.
4)  Memperbaiki/mengganti komponen yang rusak/aus.
Diharapkan dengan dilakukannya  tune upberkala dengan baik, maka akan diperoleh :
1)  Usia komponen/kendaraan lebih lama
2)  Konsumsi bahan bakar lebih ekonomis
3)  Tenaga mesin optimal
4)  Kadar polusi/emisi gas buang kendaraan lebih rendah.
Prosedur Tune UpSepeda Motor Uraian rangkaian kegiatan yang dilakukan setiap melaksanakan tune up sepeda motor adalah sebagai berikut :
1)  Bagian Mesin
a)  Memeriksa dan mengganti oli pelumas mesin
b)  Membersihkan saringan udara
c)  Membersihkan saringan bahan bakar
d)  Memeriksa dan menyetel busi
e)  Membersihkan karburator
f)  Menyetel katup
g)  Menyetel campuran bahan bakar/putaran mesin
h)  Menyetel kebebasan kopling 
2)  Bagian Kelistrikan
a)  Memeriksa dan merawat baterai
b)  Memeriksa fungsi kelistrikan (bel, lampu tanda belok, lampu kepala, lampu rem, lampu indikator)
3)  Bagian Chasis
a)  Memeriksa dan menyetel gerak bebas rem
b)  Memeriksa, merawat dan menyetel gerak bebas rantai roda
c)  Memeriksa kekocakan poros kemudi
d)  Memeriksa kondisi ban dan menyetel tekanan angin ban
e)  Memeriksa dan mengencangkan baut-baut pengikat (baut rangka, baut pengikat mesin, tuas starter, tuas  
     transmisi, dsb)
Uraian Pelaksanaan Tune UpSepeda Motor
1)  Bagian Mesin
a)  Memeriksa dan mengganti oli pelumas mesin Pemeriksaan jumlah oli pelumas mesin melalui   
     stickoli, jumlah/tinggi permukaan oli harus berada di antara  tanda batas atas dan batas bawah 
     pada stickoli.
     (1)  Kekentalan/viskositas rendah/encer
     (2)  Jumlah oli kurang
     (3)  Warna oli berubah drastis/jarak tempuh sudah terpenuhi. 
Oli pelumas mesin sepeda motor mempunyai SAE 20W/50 dengan API SE/SF. Jumlah oli 0,8 – 1,5 ltr, tergantung spesifikasi motornya. Saat melakukan pembongkaran ataupun turunmesin,jumlah oli yang diisikan ditambah 20% dari jumlah penggantian oli pada kondisi normal. Misalnya pada saat penggantian oli normal 0,8 ltr, maka saat turun mesin oli pelumas diisi kembalisebanyak 1 ltr. 
b)  Membersihkan saringan udara
      Terdapat dua jenis saringan udara yang digunakan pada sepeda motor, yaitu : 
      (1) Saringan udara tipe kertas, dan  (2) Saringan udara tipe busa/spon.
(1) Saringan udara tipe kertas
Saringan udara tipe kertas yang kotor cukup dibersihkan saja, namun apabila elemen saringan telah tersumbat maka saringan harus diganti. Cara pembersihan saringan udara tipekertas adalah dengan menggunakan udara bertekanan, semprotkan udara bertekanan dari arah berkebalikan  dengan arah aliran udara kerja masuk ke silinder.
(2) Saringan udara tipe busa (spon)
Saringan udara tipe spon dapat dibersihkan dengan cara dicuci menggunakan cairan pembersih yang tidak mudah terbakar, kemudian diperas dan dikeringkan (cara memeras tidak boleh dipuntir, cukup ditekan pada kedua telapak tangan atau di genggam/dikepal kencang, agar elemen saringan udara tidak sobek/rusak). Setelah kering,  elemen saringan udara direndam dalam minyak pelumas kemudian diperas lagi untuk membuang kelebihan minyak dalam elemen saringan udara.
c)  Membersihkan saringan bahan bakar
Saringan bahan bakar yang kotor dapat dibersihkan dengan udara bertekanan, namun apabila telah tersumbat maka saringan bahan bakar harus diganti. 
Cara pembersihan saringan bahan bakar adalah dengan cara menyemprot elemen saringan bahan bakar menggunakan udara bertekanan. Arah semprotan  udara berlawanan dengan arah aliran bahan bakar supaya semua kotoran terbuang keluar. a. Saringan Kasa Pada Karburator b. Saringan Pada Saluran 
d)  Memeriksa dan menyetel busi
Melepas busi, kemudian memeriksa kondisi busi dari :
(1)  Keretakan insulator, busi dengan insulator yang retak/pecah tidak layak digunakan dan harus diganti.
(2)  Memeriksa keausan ujung elektroda, apabila ujung elektroda telah aus busi harus diganti.
(3) Memeriksa kondisi pembakaran di dalam ruang bakar dengan memeriksa warna hasil pembakaran pada
busi.
 Keterangan :
1.  Normal : Ujung insulator dan elektroda berwarna coklat atau abu-abu. Kondisi mesin normal dan 
     penggunaan nilai panas busi yang tepat.
2.  Tidak Normal : Terdapat kerak berwarna putih pada ujung insulator dan elektroda akibat kebocoran oli 
     pelumas ke ruang bakar atau karena penggunaan oli pelumas yang berkualitas rendah.
3. Tidak Normal : Ujung insulator dan elektroda berwarna hitam disebabkan campuran bahan bakar & 
    udara terlalu kaya atau kesalahan pengapian. Setel ulang, apabila tidak ada perubahan naikkan nilai panas 
    busi.
4. Tidak Normal : Ujung insulator dan elektroda berwarna hitam dan basah disebabkan kebocoran oli 
    pelumas atau kesalahan pengapian.
5. Tidak Normal : Ujung insulator berwarna putih mengkilat dan elektroda meleleh disebabkan pengapian 
   terlalu maju atau overheating. Coba atasi dengan menyetel ulang sistem pengapian, campuran bahan bakar 
    & udara ataupun sistem pendinginan. Apabila tidak ada perubahan, ganti busi yang lebih dingin. 
e) Membersihkan karburator
    Membongkar karburator dan bagian-bagiannya, bersihkan dengan udara tekan, kemudian merakitnya   
    kembali. Pada saat membongkar dan membersihkan dengan udara bertekanan, perhatikan jangan sampai 
    ada komponen yang hilang.
f)  Menyetel katup
Menyetel katup dengan langkah-langkah sebagai berikut :
(1)  Membuka tutup katup dan tutup magnet
(2)  Memutar poros engkol searah putaran mesin, menepatkan poros engkol pada sehingga piston pada 
       posisi top (akhir langkah kompresi), dengan memeriksa tanda “T” magnet tepat pada garis penyesuai 
       pada blok magnet dan kedua katup pada posisi tidak tertekan/bebas.
(3)  Memeriksa/menyetel celah katup dengan  feeler gauge, alat penyetel katup dan kunci ring. Penyetelan 
     dilakukandengan terlebih dahulu mengendorkan mur kontra, kemudian memasang  feeler gauge dan   
      memutar sekrup penyetel.
Setelah dirasa setelan tepat, tahan sekrup penyetel dan kencangkan mur kontra. Penyetelan celah katup tepat apabila saat  feeler gaugeditarik terasa agak seret namun tidak sampai tergores. 
(4)  Memasang kembali tutup katup dan tutup magnet. 
g)  Menyetel karburator (campuran bahan bakar dan putaran stasioner mesin)
Penyetelan karburator akan tepat apabila syarat-syarat berikut initelah dipenuhi terlebih dahulu :
(1)  Penyetelan katup sudah tepat.
(2)  Penyetelan timing pengapian sudah tepat.
(3)  Saringan udara dan saringan bahan bakar telah dibersihkan.
(4)  Karburator telah dibersihkan.
(5)  Mesin telah mencapai suhu kerja (dipanaskan terlebih dahulu)
Cara penyetelan karburator adalah sebagai berikut :
(1)  Menghidupkan sepeda motor, mesin telah mencapai suhu kerja.
(2)  Sedikit menaikkan rpm mesin dengan cara memutar sekrup ngatur rpm (stop screw). (±1700 rpm)
(3)  Memutar sekrup penyetel udara (air screw) searah jarum jam sampai rpm turun dan mesin hampir mati, 
       kemudian
(4)  Memutar balik sekrup penyetel udara (berlawanan jarum jam) perlahan-lahan sampai diperoleh rpm 
      mesin yang tertinggi dan stabil. Atau apabila dihitung berdasarkan jumlah putarannya, total putaran 
      sekrup penyetel udara :  ±1 ½ putaran (tipe  Cub), dan ±2 ½ putaran (tipe Sport).
(5)  Menyetel sekrup pengatur rpm hingga putaran stasioner mesin ±1400 rpm. 
(6)  Menyetel kelonggaran kabel gas. 
h)  Menyetel kebebasan kopling
     Supaya kopling kembali bekerja secara optimal, maka secara berkala kopling harus disetel. Penyetelan 
     kopling yang dimaksudkan adalah penyetelan gerak bebas mekanisme penggerak kopling, yang 
    dibedakan menjadi dua tipe, yaitu : (1) kopling manual (kopling tangan), dan (2) kopling otomatis(tunggal 
    dan ganda).
Langkah penyetelan : 
(1)  Penyetelan gerak bebas pada kopling manual (kopling tangan)
(a) Mengendorkan mur pengunci (pada tuas kopling ataupun pada kabel kopling).
(b)  Memutar mur penyetel sampai diperoleh gerak bebas tuas kopling yang tepat (±10 – 20 mm).
(c)  Mengencangkan kembali mur pengunci. 
(2)  Penyetelan gerak bebas pada kopling otomatis (tunggal maupun ganda) Langkah Penyetelan :
(a) Mengendorkan mur pengunci, Tune Up Sepeda Motor/SPD. OTO 
(b)  Memutar baut penyetel kopling (adjuster bolt) searah putaran jam ±1 putaran, kemudian
(c)  Putar balik baut penyetel kopling (berlawanan arah jarum jam) sampai terasa ada sentuhan,
(d)  Putar kembali baut penyetel kopling searah jarum jam s/d. ¼ putaran,
(e) Menahan baut penyetel kopling, kemudian mengencangkan mur pengunci.
2)  Bagian Kelistrikan
a)  Memeriksa dan merawat baterai
(1)  Memeriksa jumlah cairan baterai. Permukaan cairan baterai harus berada di antara batas atas dan batas 
      bawah. Apabila cairan baterai berkurang, tambahkan air suling sampai batas atas tinggi permukaan yang 
      diperbolehkan.
(2) Memeriksa berat jenis cairan baterai. Berat jenis cairan baterai ideal adalah 1,260. Apabila kurang, 
      maka baterai perlu distrum (charged), sedangkan apabila berat jenis cairan baterai berlebihan maka 
      tambahkan air sulingsampai mencapai berat jenis ideal.
(3) Pemeriksaan terminal baterai dan sekering. Terminal baterai yang kotor/berkarat harus dibersihkan 
     dengan sikat  dan air hangat, apabila terminal kendor harus dikencangkan.
     Berikan vetatau  grease pada setiap terminal baterai untukmeilindungi terminal baterai dari karat/ 
     penggaraman akibat oksidasi.
(4)Pemeriksaan pipa/slang ventilasi baterai. Perhatikan kerusakan pipa/slang ventilasi dari kebocoran, 
     tersumbat maupun kesalahan letak/jalur pemasangannya.


b)  Memeriksa fungsi kelistrikan (bel, lampu tanda belok, lampu kepala, lampu rem, lampu-lampu 
      indikator, dsb)
(1) Menyalakan semua peralatan kelistrikan (bel, lampu  tanda belok, lampu kepala, lampu rem, 
      lampu-lampu indikator, dsb) untuk memeriksa fungsinya.
(2)  Menyetel tinggi lampu kepala.
3)  Bagian Casis
a)  Memeriksa dan menyetel gerak bebas rem
(1)  Menekan pedal rem, memeriksa gerak bebas dan keausan kanvas/padrem dengan melihat pada 
       indikator keausan keausan kanvas rem.
(2)  Mengganti kanvas/padrem apabila keausan kanvas/pad melewati batas indikator keausannya.
       a. Rem Tromol b. Rem Cakram 
(3)  Menyetel gerak bebas rem melalui mur penyetel pada  kabel rem.
       a. Rem Depan (Tromol)
       b. Rem Belakang (Tromol)
(4)  Memeriksa jumlah/ketinggian permukaan minyak/cairan rem pada reservoir master silinder rem (untuk  
       rem penggerak hidrolik) dan menambahkan minyak/cairan rem apabila jumlah/tinggi permukaan 
       minyak/cairan rem di bawah  batas bawah yang diijinkan.
(5)  Memeriksa kebocoran cairan rem, memperbaiki kebocoran dan membuang udara palsu pada sistem 
      rem penggerak hidrolik (apabila terjadi kebocoran).
b)  Memeriksa, merawat dan menyetel gerak bebas rantai roda 
(1)  Memeriksa kondisi keausan rantai roda dan  sprocket.
Memeriksa kekocakan dan kelancaran pergerakan engsel rantai (pada  pivotdan pin rantai), pastikan  pivotrantai tidak kocak, namun dapat bergerak dengan lancar. Apabila  sudah kocak ataupun tidak dapat bergerak dengan lancar maka, rantai roda dan  sprocketperlu diganti. (Rantai roda/sprocket yang aus harus diganti satu unit !)
(2)  Merawat/membersihkan rantai roda menggunakan air sabun dan sikat halus, kemudian dikeringkan dan 
      dilumasi. 
Merawat/Membersihkan Rantai Roda
(3)  Memeriksa arah pemasangan klip rantai, dan menyetel kekencangan rantai roda. 
Prosedur penyetelan kekencangan rantai roda :

(a) Kendorkan poros roda belakang.
(b) Kendorkan mur pengunci (adjuster lock nut).
(c) Putar mur penyetel (cub) atau baut penyetel (sport) hingga didapatkan main bebas rantai roda sesuai 
     spesifikasi. 
(d) Pastikan skala kiri dan kanan berada pada posisi yang sama.
(e) Tarik rantai roda ke atas pada saat mengencangkan mur roda, untuk memastikan kedua penyetel tidak  
     berubah posisinya. Pastikan rantai yang di tarik atau di setel pada bagian yang kencang, tidak boleh pada 
     bagian yang kendor.
(f) Untuk memeriksa kembali hasil penyetelan, lakukan pemeriksaan ketegangan rantai roda pada pada titik
    tengah diantara kedua sprocket.
c)  Memeriksa kekocakan poros kemudi, dan melakukan penyetelan apabila diperlukan.
(1)  Menaikkan roda depan sehingga roda depan dalam posisi terangkat dan kemudi bebas.
(2)  Memeriksa pergerakan kemudi. Jika kemudi berat atau tidak dapat bergerak rata, periksa bantalan kemudi. 
(3)  Roda depan masih dalam keadaan terangkat, gerakkan garpu depan ke depan-belakang.
(4)  Apabila terdapat kekocakan, periksa bantalan kemudi.
d)  Memeriksa kondisi keausan ban dan menyetel tekanan angin ban Memeriksa kondisi keausan ban dengan memeriksa kedalaman minimal ban pada tanda batas keausan ban (wear limit indicator).
e)  Memeriksa keausan  bushinglengan ayun depan (suspensi tipe Bottom Link) dan keausan  bushingporos lengan ayun belakang.
Bila perlu berikan vet pada engsel lengan ayun depan (tipe bottom link) melalui nippel pelumasan menggunakan pompa vet.
f)  Memeriksa dan mengencangkan baut-baut pengikat (baut rangka, baut pengikat mesin, baut/mur kepala silinder dan knalpot , tuas starter, tuas transmisi, dsb)
g)  Memberikan pelumasan pada bagian-bagian yang bergesekan (rantai roda, lengan penggerak sistem rem, tuas starter, standart samping, pijakan kaki pembonceng).
Jadwal Perawatan Berkala Sepeda Motor

Tidak ada komentar:

Posting Komentar